ernah dulu di tahun 1983 dari pemda datang ke kec tilatang kamang kab
agam mereka bertujuan untuk mencari dan mengembangkan aliran silat ini
dan mengikutkannya dalam berbagai kejuaraan pencak silat
Kesulitan terbesarnya adalah pesilat harimau tidak bisa mengikuti aturan
untuk tidak melakukan serangan kebagian tertentu dari tubuh
lawan.Seluruh serangan yang di bangun itu sudah gerakan reflek yang
sulit untuk di hentikan oleh pesilat itu sendiri,kecuali lawan menyerah
kesimpulan nya beladiri ini tidak bisa untuk mengikuti pertandingan yang
konvensional,mungkin pertandingan seperti ultimate fighting baru bisa
Kalau sodara ingin membayangkan seperti apa kira2 gerakannya saya malah
merasa seperti olahraga beladiri jiu jit su yang pernah diperagakan oleh
royce gracy di Ultimate fighting yang pernah tayang di TPI
Jurus dasar silat ini ada 4,langkah pertama saat memulai belajar juga 4
Dulu dikampung saya di tilatang kamang agam ada almarhum inyiak datuak
mantiko labiah tapi saya gak tau apa ada muridnya yang udah punya
keputusan untuk mengajar,dari beliau saya pernah dengar didaerah bonjol
ada satu orang gurunya namanya Syeh ibrahim bonjol,mungkin ada sahabat
silat yang berasal dari bonjol bisa memberikan referensi
Untuk sahabat silat saya sarankan kalau anda ingin belajar silat harimau
(khususnya silat kisamandi)hati2 mencari guru,berbahaya klu belajar
pada orang yang blom punya (kaputusan) bagi yang belajar dan bagi yang
mengajarkan
Persyaratan sebelum belajar, murid harus menyediakan beras, pinjaik
(perlengkapan jahit?), pisau, kain kafan. Persyaratan ini adalah simbol
dari sifat orang yang disabuk/tingkat pendekar dimana Musuh tidak
dicari, bertemu pantang
dielakkan.Waktuyang
ditentukan belajar silat ini sesudah shalat Isya, kira kira jam sepuluh
malam. Sebelum belajar, guru biasanya menyediakan nasi kunyit(?) untuk
memanggil kakek(?) harimau. Murid-murid yang sedang belajar biasanya
bisa menampak bayangan ‘kakek’ (inyiak) ini berputar mengelilingi arena
tempat belajar silat. Tujuannya inyiak dipanggil untuk menjaga
keselamatan guru beserta murid-murid
Pada saat akan memulai latihan selalu ada pemanasan, jadi salah kalau
dibilang tidak ada pemanasan. Tapi pemanasan dalam silat saya ini
disebut sebagai “membuka langkah”
Ada beberapa pembagian dalam silat ini:
1. pencak silat yaitu beladiri yang lebih mengedepankan seni pementasan
2. Silek/silat yaitu beladiri yang dilakukan berdiri (stand up fighting)
3. Gulat yaitu beladiri yang lebih banyak bermain bawah (ground
fighting)Salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh guru untuk mengajar
silat, dia harus menghadirkan inyiak (kakek harimau). Sedangkan kakek
harimau ini hanya bisa dipanggil dari negeri yang tidak berbatas laut
dan nagari minangJadi kalo ada saudara yang mau belajar silat di Jawa
dan di kalimantan itu mustahil atau tidak mungkin.
Pada zaman dahulu silat ini dipasangkan dengan ilmu kedigjayaan yang lain, seperti:
1. Silayang, ilmu meringankan tubuh
2. Piganta, ilmu menjatuhkan mental seseorang
3. Pidareh, ilmu pukulan beracun
Seiring dengan masuknya islam ke ranah minang, ilmu ini telah
dihilangkan dari silat minang. Sebab ritualnya bertentangan dengan
ajaran agama.
Sekarang ini banyak aliran silat di kampung yang mengaku-ngaku sebagai
silat asli dari minang. Sulit untuk membedakannya. Untuk saudara yang
punya minat belajar silat minang, yang perlu saudara ketahui adalah:
• saat memulai latihan, guru pasti akan memangg
Mula-mula Perguruan Cuyusika Bangau Putih dibawa oleh Erlang Selo Dwi Payana kelahiran Kuningan Cirebon, Jawa Barat, dengan Soko Guru H. Abdul Rajali yang
berasal dari Banten. Erlang Selo Dwi Payana belajar beladiri di
Kepulauan Seribu. Namun setelah Istrinya tiada, Erlang Selo Dwi Paya
oleh Soko Gurunya diperintahkan agar segera meninggalkan Kota Banten
dengan membawa anaknya yang bernama Selo Hari Bagus menuju arah Masrig.
Namun setelah berjalan selama 40 hari, Erlang Selo Dwi Payana tiba di
Banyuwangi. Sesampainya disana Selo Hari Bagus dititipkan kepada Nenek
Tua di desa Temu Guru. Setelah 15 tahun Selo Hari Bagus berpisah dengan
ayahnya (Erlang Selo Dwi Payana ) tanggal 1 Muharram 1350 H, selama itu
Erlang Selo Dwi Payana mengajarkan ilmu beladiri kepada anaknya ( Selo
Hari Bagus ). Setelah Selo Hari Bagus menguasai ilmu beladirinya,
barulah Selo Hari Bagus berpisah dengan ayahnya. Ketika itu Selo Hari
Bagus masih berusia 15 tahun. Sebelum meninggalkan anaknya, Erlang Selo
Dwi Payana berwasiat kepada anaknya, “Anakku kini ayahmu akan pergi,
katakanlah bahwa Ibumu adalah bumi yang melahirkanmu alam semesta dan
kutitipkan padamu kepada penguasa Alam Raya dan Alam Maya. Selamat
tinggal anakku, Do’aku selalu bersamamu.”il kakek harimau.
• Waktu latihan selalu diadakan malam hari sesudah shalat isya.
sekian tulisan mengenai silat harimau semoga menjadi wawasan bagi pembaca
wassalamualaikum wr.wb
Komentar
Posting Komentar